Bolehkah Penerima Vaksin Jadi Donor Plasma Konvalesen? Ini K「European mainstream betting company」ata Dokter

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

DEuropean mainstream betting companyapatkan informasi, inspirasi dan insight di EEuropean mainstream betting companyuropean mainstream betting companyemail kamu.

Daftarkan email

Plasma adalah bagian dari darah yang mengandung antibodi.

Baca juga: Apakah Antibodi Bisa Berkurang jika Jadi Donor Plasma Konvalesen? Ini Kata Ahli IDI

Kapasitas vaksinasi Covid-19 yang terus ditingkatkan membuat semakin banyak orang memiliki antibodi yang diperoleh dari vaksin untuk melawan virus corona.

Mengutip Kompas.com, 3 Juli 2021, terapi ini dilakukan dengan mengambil plasma dari pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Diharapkan, dengan adanya bantuan plasma konvalesen, pasien Covid-19 bisa melawan infeksi virus dan kondisinya cepat membaik. 

Plasma dari pasien sembuh itu lalu diberikan kepada pasien yang masih terinfeksi.Hal ini dilakukan dengan harapan akan membantu antibodi pada tubuh pasien yang masih sakit.

Terapi plasma konvalesen diharapkan mampu mencegah penyakit berkembang lebih parah dan mempercepat waktu penyembuhan.

Pasien yang telah sembuh dari Covid-19 diharapkan telah memiliki antibodi untuk melawan virus SARS-CoV-2.

Bolehkah penerima vaksin menjadi donor plasma konvalesen?

KOMPAS.com - Terapi plasma konvalesen merupakan salah satu metode terapi yang digunakan untuk pasien Covid-19.

Hal itu kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah penerima vaksin bisa menjadi donor plasma konvalesen?

Baca juga: Mengenal Terapi Plasma Konvalesen untuk Penderita Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?