Mengenal 2 Vaksin Cov「bet365 mobile version」id

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

Baca juga: Setahun Pandemi Virus Corona, Manakah Vaksin Covid-19 Terbaik?

Seperti dikutip dari BBC Indonesia, Jumat (12/3/2021), Covaxin adalah vaksin virus corona yang dikembangkan Bharat Biotech, India.

Saat ini, warga berusia di atas 60 tahun dan mereka yang berusia antara 45 tahun dan 59 tahun dengan penyakit penyerta mulai mendapatkan vaksin corona.

India juga memasok vaksin ke negara-negara tetangga dan sejumlah negara lain. Sedikitnya ribuan dosis vaksin Covid-19 gratis telah dikirimkan India ke beberapa negara dalam langkah yang secara luas disebut sebagai 'diplomasi vaksin'.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Vaksin Covid-19 yang pengembangannya didukung oleh pemerintah India ini menunjukkan efikasi atau tingkat kemanjuran hingga 81 persen, berdasarkan data awal uji coba fase tiga.

KOMPAS.com- India menjadi negara ke sekian di dunia yang turut mengembangkan vaksin Covid-19. Dua vaksin yang dikembangkan negara ini yakni Covishield dan Covaxin.

"Temuan terbaru ini adalah tonggak penting dalam penemuan vaksin, untuk sains dan perjuangan kita melawan virus corona," ungkap pihak produsen vaksin tersebut.

Pemerintah India menargetkan vaksinasi Covid-19 di negara ini dapat mencakup 300 juta orang prioritas pada akhir Juli. Namun, para pakar mengatakan proses vaksinasi saat ini berjalan lambat, kecuali dapat dipercepat sehingga targetnya bisa terlewat.

Vaksin Covid-19 pertama yang dikembangkan oleh India adalah Covaxin yang diproduksi Bharat Biotech. Perusahaan pembuat vaksin ini telah berusia 24 tahun, memiliki portofolio pengembangan 16 vaksin dan telah mengekspornya ke 123 negara di dunia.

"Dengan hasil dari uji klinis fase tiga kami hari ini, kami telah melaporkan data tentang vaksin Covid-19 kami dari uji coba fase satu, dua dan tiga yang melibatkan sekitar 27.000 peserta," kata perusahaan itu.

Baca juga: 80 Persen Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Cegah Covid-19 Parah

Regulator India juga telah memberi izin penggunaan darurat pada Januari, saat uji klinis fase 3 masih berlangsung. Namun, penerbitan izin tersebut menimbulkan keraguan dan pertanyaan dari para ahli.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli

Sejauh ini, negara tersebut telah memvaksinasi lebih dari 20 juta orang, di antaranya tenaga kesehatan dan pekerja di garis depan yang menjadi prioritas pada fase pertama vaksinasi Covid-19 di India.